Go Set a Watchman – Harper Lee
“Aku hanya mencoba menjawab pertanyaan yang membuatmu lari. Biar kujelaskan sedikit terkait definisi itu. Apa yang dilakukan seorang fanatik saat dia bertemu dengan seseorang yang menentang keyakinannya? Dia tak mau menyerah. Dia tetap kaku. Tak mau mendengar, tapi langsung marah. Nah, lihat dirimu, dikacaukan oleh ayah yang kau puja, jadi kau lari. Dan, kau lari kencang sekali.”
Diawali dengan flashback masa kecil Jean Louise yang penuh dengan kenakalan dan kasih sayang keluarganya, bagaimana figur ayahnya, kekasihnya, keluarganya tergambar seperti sebuah keluarga di Selatan pada umumnya. Dan bagaimana New York membentuknya menjadi perempuan cerdas yang menuruti nuraninya.
Ketika dia kembali pulang ke Maycomb dan mendapati figur ayahnya, kekasihnya, dan keluarganya runtuh berlawanan dengan nuraninya, Jean Louise didera penderitaan yang membawanya melihat lebih dekat sekaligus jauh, dengan nurani dan realita yang terjadi di Maycomb, di semua bagian Selatan.
Sebuah pergulatan emosional yang memaksa kita sebagai pembaca turut melihat lebih dekat dan jauh, antara nurani kita sebagai manusia dengan realita, dan bagaimana menyeimbangkannya agar tidak ada seorang pun yang teraniaya.
"Saat kau berhenti berlari, Jean Louise, dan berbalik, tindakan itu butuh keberanian besar. Oh, bukan jenis keberanian yang mendorong seorang serdadu maju ke garis depan. Itu adalah keberanian yang muncul karena terpaksa. Ini keberanian yang – yah, bagian dari keinginan seseorang untuk hidup, bagian dari naluri bertahan hidup. Kadang, kita harus sedikit membunuh agar bisa hidup, saat kita tak melakukannya – saat perempuan tak melakukannya, mereka menangis sampai tertidur dan meminta ibu mereka menghibur setiap hari."


Komentar
Posting Komentar